Tuesday, April 23, 2013

KONSERVASI = MODERNISASI Jilit 2

Untuk melanjutkan moderenisasi sebelumnya yaitu merubah spidol dengan pen elektronik, saya mempunyai ide yang mungkin di dengar sedikit gila untuk dilakukan.
Kebijakan UNNES Konservasi saat ini adalah melarang kendaraan baik motor atau mobil pribadi masuk di lingkungan UNNES dan menggantinya menggunakan BIS dengan alasan mengurangi polusi di lingkungan kampus, yang faktanya malah membuat lebih banyak polusi dari asap BIS yang menggunakan bahan bakar Solar yang asapnya lebih rusak dari pada asap motor yang berbahan bakar premium.
Pemimpin-pemimpin UNNES telah menyediakan fasilitas PARKIR yang modern yang berlokasi di dekat simpang7 samping BNI (GSG utama) dan di sebelah kampus Fakultas Hukum (sedang berjalan) yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan parkir untuk warga UNNES. Fakta dalam kenyataan,
1.      Dari segi bensin mahasiswa/i lebih boros dibandingkan dengan parkir didekat kampus masing- masing mahasiswa/i. yang dikarenakan kondisi jalan parkir yang naik dan muter-muter.
2.      Dibangunnya Gedung Parkir bertujuan mengurangi polusi asap motor / mobil pribadi di lingkungan kampus, tetapi para pemimpin UNNES tidak memikirkan warga yang berada di sekitar Gedung Parkir itu sendiri. Warga yang berada di sekitar Gedung Parkir terpolusikan oleh asap motor / mobil yang naik ke Gedung Parkir yang tidak disadari itu sangat merugikan warga dekat Gedung Parkir, walaupun faktanya mereka (warga) tidak memperhatikan hal itu.
3.      Keamanan yang kurang memadahi, ketika mahasiswa/i yang memiliki jadwal kuliah jam 15.00 WIB harus memarkirkan motornya di Gedung Parkir. Padahal pukul 16.30 WIB para petugas parkir yang menjaga telah usai dan motor terbengkalai tanpa pengamanan yang baik.
Akhir-akhir ini, kondisi parkiran motor tidak jauh beda jika dibandingkan dengan tempat parkir sebelum diberlakukannya KONSERVASI pada UNNES. Letak parkir dikembalikan lagi pada posisi semula .
a.      Fakultas Teknik (FT), tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi berada di barat gedung E1 dan E2.
b.      Fakultas Ilmu Olahraga (FIP), tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi berada di barat Gedung Laboratorium.
c.       Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Hukum (FH), tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi tetap berada di dalam lingkungan kampus tersebut.
d.      Fakultas Pendidikan, tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi berada di halaman Gedung Pendidikan.
e.      Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi berada di tempat yang sama.
f.        Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), tempat parkir sebelum dan sesudah Konservasi berada di lingkungan Fakultas tersebut.
            Maka dari itu, kita modernkan armada pengganti Bis UNNES dengan Monorel yang mungkin akan menjadi daya tarik mahasiswa/i untuk menggunakan transportasi publik tersebut. Dan itu juga akan menjadikan suatu yang dapat dibanggakan oleh UNNES sebagai kampus Konservasi yang Modern.
Terimakasih.

Gambar Terkait.

KONSERVASI = MODERNISASI

            Pada bulan Maret 2010, UNNES resmi mendeklarasikan diri sebagai Kampus Konservasi. Di dalam lingkup Konservasi terdapat suatu prinsip yang membuat saya mendapatkan ide yang *cemerlang, yaitu Prinsip Pengembangan.

            Perwujutan dalam pengembangan kampus Konservasi mungkin dapat dilakukan bukan hanya berfokus pada satu pilar saja yaitu Lingkungan tetapi juga dapat dilakukan dengan modernisasi pada  pembelajaran di kampus.
Tentu hal itu dapat menjadi satu kelanjutan dalam mewujudkan KAMPUS KONSERVASI yang lebih.
             Ide saya kali ini adalah, melihat kondisi sekarang ini yaitu Dosen masih memberikan catatan kepada mahasiswa/i dengan menulis di papan tulis menggunakan Spidol menurut saya itu bisa diefektifkan lagi menggunakan teknologi yang berkembang saat ini.
Saya melihat pada acara “Mario Teguh Golden Ways”, pak Mario menggunakan suatu alat dimana beliau tidak menggunakan alat Spidol/ kapur Tulis dalam menerangkan kata-kata Supernya. Melainkan menggunakan gadget yang tidak membuat tangan beliau kotor.
Gambarannya seperti ini …
 













Dosen tidak perlu berdiri dan mendapatkan pegal pada kakinya, melainkan dapat duduk dengan santainya dan nyaman tentunya. Dan mahasiswa/i pun dapat dengan jelas melihat tulisan Dosen tanpa harus menunggu punggung Dosen pergi untuk sementara.
Terimakasih.