Sunday, February 6, 2022

COVID GELOMBANG KE 3

        Oke guys... FYI hari ini adalah hari ke 4 dimana saya di diagnosa terinfeksi virus Covid-19. yang dimana diagnosa tersebut saya dapatkan dari hasil test antigen yang saya lakukan di RSUD Kabupaten Kudus pada hari Kamis tanggal 3 Februari 2022 untuk syarat penerbangan saya ke Kalimantan besoknya.

            Nah disini saya mau sedikit cerita soal kejadian yang saya alami sekarang.

            Pada tanggal 3 Februari 2022 saya memutuskan untuk test antigen di RSUD Kabupaten Kudus, yang kemudian saya mendapatkan hasil sore harinya dengan hasil positif. Hasil tersebut saya dapatkan dari iseng buka pedulilindungi.com dari aplikasi.

Sontak hal tersebut membuat kaget dan bergegas untuk melakukan test antigen di lain tempat untuk memastikan hasil yang telah saya dapatkan.

                Lanjut, di tanggal yang sama pukul 18.00 WIB saya melakukan swab mandiri di salah satu klinik di Kudus dan 10 menit saya menunggu dan hasilnya NEGATIF.

Singkat Cerita, saya putuskan untuk memberanikan diri untuk ke bandara karena tiket sudah dibelikan sama kantor. 

sesampainya di bandara, dengan percaya diri scan barcode dengan memasukkan NIK dan bandara tujuan.

            " mbak, ini hasil saya positif di sistem tapi saya bawa hasil kedua yang hasilnya negatif. gimana ya mbak ? ", tanyaku ke petugas

            " iya langsung ke petugas yang disana ya mas. " jawab enteng si petugas

dan langsung diminta KTP, lanjut tanpa ada basa-basi petugas langsung mengarahkan saya ke "ruang isolasi" yang gak tau maksudnya apa bisa terbang apa tidak.

ternyata memang benar, saya langsung dikirim ke gedung karantina Covid. at least saya mau gak mau harus ikut prosedur di rumah karantina ini dan sampai sekarang.


pesan yang mau saya sampaikan adalah, patuhi sistem
kalau memang sistem mengatakan hitam dan anda positif, diam di rumah isolasi di rumah. sesungguhnya paper negatif yang kalian bawa itu tidak berguna di bandara.

tetap jaga protokol kesehatan.


Sunday, November 4, 2018

COUPLER TYPE M ex. FUJIBOLD


METODE KERJA PEKERJAAN COUPLER TYPE-M

ex. FUJIBOLD

  Dalam pelaksanaan di lapangan tentunya kita tidak asing dengan pekerjaan penyambungan tulangan yang dikarenakan panjang tulangan 12 meter tidak mencukupi untuk bentang rencana atau bisa jadi karena adanya void sementara yang menyebabkan tulangan tersebut dipotong dan perlu adanya penyambungan.
Nah, disini saya akan sedikit cerita mengenai penyambungan yang tidak bisa mengikuti standart detail pekerjaan struktur yaitu dengan memenuhi syarat panjang lewatan (La).Untuk penjelasan standart detail bisa request di kolom komentar hehe..  
Langsung saja, sedikit cerita saya diberikan pengalaman kerja di proyek gedung dengan 4 basement + 17 lantai dengan 2 tower. Pada pekerjaan galian kita menggunakan metode yang dinamakan STRUTTING yaitu menggunakan material baja H-beam sebagai metode penahan. 

kurang lebihnya bisa dilihat di gambar... karena adanya KINGPOST (borepile yang menjulang difoto) jadi plat yang seharusnya cor penuh jadi lobang. sehingga untuk penyambungan tulangan tidak bisa dilakukan sesuai dengan standart detail dan harus di lakukan metode penyambungan yang lain. 
Oleh karena itu, kami menggunakan metode penyambungan dari FUJIBOLD (no iklan) dengan type-M karena tipe itu yang bisa kami gunakan sebagai penyelesaian. 
Let's go to know what is coupler type-M ex FUJIBOLD ? 
Coupler type-M ex. Fujibold adalah coupler mekanik tipe grout-injection yang menggunakan lengan baja dengan ketangguhan tinggi dan grout berperforma tinggi untuk memastikan kekuatan coupler yang lebih dari cukup dan kualitas terjamin. Dirancang agar mudah dipasang, M Type sangat cocok untuk metode konstruksi prefabrikasi seperti cast-in-place serta kolom dan balok bangunan. 
(sumber: http://fujibolt.com/product_m_top.html)

Wisata Dieng

Dieng


DIENG……… Tempat impian waktu kecil saya waktu SD yang sangat saya dambakan untuk terwujut…
dan akhirnya terwujut…

Tepat tanggal 21 Desember 2013, kami memutuskan untuk pergi berwisata ke DIENG yaitu saya (Bahar Ardianto), Safrudin Khuzaeni Nurohman, Arif Setiawan Ariav..

Mungkin untuk memutuskan untuk berangkat adalah hal yang sulit karena untuk bulan itu adalah bulannya hujan, rasanya tidak mungkin untuk pergi ke dataran tinggi Dieng disaat cuaca seperti ini… namun kami memutuskan..BERANGKAT.!


  1.  Candi Gedong Songo (Candi Sembilan)

Berangkat dari Semarang hari jum’at, 20 Desember 2013 pukul 06.00 WIB.
Terjadwal, rute untuk wisata pertama yaitu Candi Gedong Songo yang berlokasi di Bandungan Ungaran – Jawa Tengah.
Dan kami mulai bertemu dengan Hujan.



 9 candi yang letaknya terpisah-pisah membuat para wisatawan untuk jalan, atau bisa dengan menyewa kuda. Namun kami sepakat untuk –dana minim- bisa kemana-mana, kami memutuskan untuk jalan.
Baru saja sampai di candi 2, hujan deras menyerbu kami…. Alhasil berteduh dalam candi yang kondisinya sangat mistis dan sempit… apadaya, kami lakukan.
#picture

Semua candi berhasil kami taklukkan. Dan banyak jepretan foto yang kami abadikan.



     2. Rumah Safrudin Khuzaeni Nurohman. Kota Temanggung

Sampai di rumah Safrudin, kami dijamu dengan ramah layaknya anak sendiri yang baru pulang dari perantauan.

Kita makan dan makan, dilanjut istirahat.
Namun kami tak membuang waktu banyak. Sore datang dan kami putuskan untuk menyetubuhi kota Temanggung.
Tempat pertama, Jalanan berlatar gunung-gunung #indonesiaPunya.
#picture


Berkali-kali jebretan kami dapatkan.




Selanjutnya kami putuskan pula untuk mencicipi kuliner khas kota Temanggung, Bakso Uleg.
Paduan Bakso dengan Lontong (Nasi Panjang) dan dengan khas pencampuran cabai yang di uleg(dihaluskan) di piring yang membuatnya menjadi khas..



Foto lagi… hehe













Lanjut.. kita cuuusss ke Alun-alun Temanggung. Tak lupa menunaikan Sholat Magrib di Masjid Agung Temanggung, dan Jepretan demi Jepretan Foto kami mulai lagi.
Pertama kali merasakan nuansa malam Alun-alun temanggung. Kocak bener-bener Kocak… semua spot kami jepret…
loncat pagar pun kami lakukan demi nafsu jepretan..
#picture

3.  Kebun Teh

Pagi pukul 05.00 WIB kami putuskan dengan mantap untuk berangkat. Ibu Safrudin pun tak yakin akan kami berangkat. Mendungpun kami abaikan.
Spot pertama yang kami pilih adalah Alun-alun Wonosobo. Berpuluh-puluh Jepretan kami dapatkan. Dengan ditemani dengan gerimis yang tak hentinya menerjang… namun kami senang.
Doa demi doa kami haturkan untuk hujan agar tidak menerjang…


Dalam perjalanannya pun kami sempatkan untuk mengambil video, yah.. korban acara televisi begitu lahhh… hehee…. #myTripMyAdventure.

Tempat favorit saya yang lain adalah berada di bentangan kebun teh.
Dan ….. TEOPE BEGETE… TOP BANGET.
Berpuluh-puluh jepretan pun kami dapatkan… ini beberapa jepretannya...

4. Dieng
Sampailah di Dieng,
Tempat tujuan pertama adalah TELAGA WARNA      . Syukur kami panjatkan. Sesampainya di TKP hujanpun reda.
Belum sempet memberi kabar orang rumah, mereka sudah asik jepret-jepret.. alhasil, jepretan pertama sambil telfon..



Inti dari kita ke Dieng adalah 2 tempat. Yaitu Telaga Warna dan Candi Arjuna.

 



Setelah puas, kita lanjut perjalanan ke Candi.
Tempat yang indah, panorama alam yang sangat menawan…
Jepret-jepretpun tak segan-segan kami lakukan, dan alampun bersahabat



Lanjut ke #belerang. Namun cuaca sudah tidak bersahabat. Hujanpun turun dengan puasnya..
Selama di dieng kami tak bisa lepas dari jas hujan yang menempel hangat melindungi badan kami… tapi hal itu tak mengurangi ke-exis-an kami dalam berfoto… hehee…

Puas kami di daerah Dieng, kami pun memutuskan untuk pulang..
Wisata kulinerpun siap kami laksanakan. MIE OKLOK.
Baying-bayang kami tentang bentuk dari mie oklok sudah terbenak… pelayanpun datang menaruh mangkuk yang ada.
Dengan polosnya kami Tanya, “ini apa ya mas?” sontak pelayan menyahut, “ pesan mie oklok kan?”. Muka manja kamipun tiba-tiba datang.. “OH IYAAA… MAKASIH MAS”.
HERAN.
Bentukan mie yang di campur dengan bumbu pecel (makanan Khas Jawa) yang di padukan dengan bumbu penyedap tanpa kuah membuat kita geli..
Tak sesuai dengan bayang-bayang ilusi – kata mbak Anggun.
Namun, guyuran hujan membuat kita lupa diri akan keanehan rasa Mie OKLOK. Lapar membuat semuanya lupa,, hhehe…


Dan itu cerita perjalanan 2 hari yang melelahkan dan menyenangkan.
Dannnn tak terlupakan.

Thanks for Allah SWT.


















Saturday, June 29, 2013

Ruang Uneg-uneg



Untuk mengoptimalkan segala sesuatu baik fasilitas maupun masalah pembelajaran yang ada tentunya butuh dan perlu dengan adanya komentar-komentar dan celotehan positif dari para mahasiswa. Namun mahasiswa yang aktif yang ingin memberikan masukan, saran atau kritikan yang membangun untuk kemajuan kampus UNNES merekan tidak berani atau takut dapat masalah dan di DropOut (DO) dari Universitas. Untuk menanggulangi hal tersebut, butuh adanya suatu wadah untuk mengumpulkan saran-saran yang membangun, komentar yang  positif serta masukan-masukan yang dapat memberikan efek lebih baik untuk UNNES kedepannya.
Memang ada forum di WEB UNNES yang memberikan fasilitas tersebut, namun seringkali mahasiswa malas yang dikarenakan harus membuka WEB tersebut dan harus membuka leptop atau ke warnet untuk internetannya. Untuk hal itu,saya memiliki suatu ide yang terinspirasi dari "Kotak Nyablak SCTV"
dimana diadakannya suatu ruangan seperti Telefon UMUM yang ada di pinggir jalan / ruangan seperti ruang ATM untuk memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk memberikan suara terhadap UNNES itu sendiri. Hal itu akan memberikan suatu hal yang positif dan dapat digunakan dengan mudah.

Tambah Penumpang BIS UNNES



Bis UNNES adalah alat transportasi yang digunakan Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk melaksanakan konservasi dengan tujuan mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor para mahasiswa yang setiap hari berlalulalang dikawasan Kampus UNNES.
Namun ada suatu kendala yang dialami “bis UNNES” itu sendiri, yaitu volume bis yang kecil mengakibatkan selalu terjadi overload penumpang. Jadwal jam kuliah yang sama mengakibatkan menumpuknya penumpang bis UNNES. Hal semacam itu sudah menjadi suatu hal yang biasa yang terjadi. Jumlah mahasiswa dan jumlah bis unnes yang ada sangat terlihat mencolok adanya perbedaan jumlah dan jauh dari kata cukup untuk memenuhi laju perpindahan mahasiswa dari tempat parkir menuju kampus maupun sebaliknya.
Untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan kapasitas dalam bis dan untuk memberikan kenyamanan yang layak saya mempunyai ide dengan merubah denah tempat duduk yang terinspirasi dari bus Trans dikota-kota besar.

Gambarannya seperti ini.
Denah Kursi Awal


Perenofasian
Hasil dari Renofasi
Jika posisi tempat duduk diatur sedemikian rupa, maka efek yang akan terjadi adalah dapat memberikan kelonggaran bagi penumpang yang berdiri dan lebih nyaman dibanding dengan sebelumnya.
Terimakasih.