Dieng
dan akhirnya terwujut…
Tepat
tanggal 21 Desember 2013, kami memutuskan untuk pergi berwisata ke DIENG yaitu
saya (Bahar Ardianto), Safrudin Khuzaeni Nurohman, Arif Setiawan Ariav..
Mungkin
untuk memutuskan untuk berangkat adalah hal yang sulit karena untuk bulan itu
adalah bulannya hujan, rasanya tidak mungkin untuk pergi ke dataran tinggi
Dieng disaat cuaca seperti ini… namun kami memutuskan..BERANGKAT.!
- Candi Gedong Songo (Candi Sembilan)
Berangkat dari
Semarang hari jum’at, 20 Desember 2013 pukul 06.00 WIB.
Terjadwal,
rute untuk wisata pertama yaitu Candi Gedong Songo yang berlokasi di Bandungan
Ungaran – Jawa Tengah.
Dan kami
mulai bertemu dengan Hujan.
9 candi yang letaknya terpisah-pisah membuat para wisatawan untuk jalan, atau bisa dengan menyewa kuda. Namun kami sepakat untuk –dana minim- bisa kemana-mana, kami memutuskan untuk jalan.
9 candi yang letaknya terpisah-pisah membuat para wisatawan untuk jalan, atau bisa dengan menyewa kuda. Namun kami sepakat untuk –dana minim- bisa kemana-mana, kami memutuskan untuk jalan.
Baru saja
sampai di candi 2, hujan deras menyerbu kami…. Alhasil berteduh dalam candi
yang kondisinya sangat mistis dan sempit… apadaya, kami lakukan.
#picture
Semua
candi berhasil kami taklukkan. Dan banyak jepretan foto yang kami abadikan.

3. Kebun Teh
4. Dieng
Lanjut ke #belerang. Namun cuaca sudah tidak bersahabat. Hujanpun turun dengan puasnya..
2. Rumah
Safrudin Khuzaeni Nurohman. Kota Temanggung
Sampai di
rumah Safrudin, kami dijamu dengan ramah layaknya anak sendiri yang baru pulang
dari perantauan.
Namun kami
tak membuang waktu banyak. Sore datang dan kami putuskan untuk menyetubuhi kota
Temanggung.
Tempat
pertama, Jalanan berlatar gunung-gunung #indonesiaPunya.
#picture
Berkali-kali
jebretan kami dapatkan.
Paduan
Bakso dengan Lontong (Nasi Panjang) dan dengan khas pencampuran cabai yang di uleg(dihaluskan)
di piring yang membuatnya menjadi khas..

Foto lagi…
hehe
Lanjut..
kita cuuusss ke Alun-alun Temanggung. Tak lupa menunaikan Sholat Magrib di
Masjid Agung Temanggung, dan Jepretan demi Jepretan Foto kami mulai lagi.
Pertama
kali merasakan nuansa malam Alun-alun temanggung. Kocak bener-bener Kocak…
semua spot kami jepret…
loncat pagar pun kami lakukan demi nafsu jepretan..
#picture
3. Kebun Teh
Pagi pukul
05.00 WIB kami putuskan dengan mantap untuk berangkat. Ibu Safrudin pun tak
yakin akan kami berangkat. Mendungpun kami abaikan.
Spot
pertama yang kami pilih adalah Alun-alun Wonosobo. Berpuluh-puluh Jepretan kami
dapatkan. Dengan ditemani dengan gerimis yang tak hentinya menerjang… namun
kami senang.
Doa demi
doa kami haturkan untuk hujan agar tidak menerjang…
Dalam
perjalanannya pun kami sempatkan untuk mengambil video, yah.. korban acara
televisi begitu lahhh… hehee…. #myTripMyAdventure.
Tempat
favorit saya yang lain adalah berada di bentangan kebun teh.
Dan …..
TEOPE BEGETE… TOP BANGET.
Berpuluh-puluh
jepretan pun kami dapatkan… ini beberapa jepretannya...
4. Dieng
Tempat
tujuan pertama adalah TELAGA WARNA .
Syukur kami panjatkan. Sesampainya di TKP hujanpun reda.
Belum
sempet memberi kabar orang rumah, mereka sudah asik jepret-jepret.. alhasil,
jepretan pertama sambil telfon..
Setelah
puas, kita lanjut perjalanan ke Candi.
Tempat yang
indah, panorama alam yang sangat menawan…
Jepret-jepretpun
tak segan-segan kami lakukan, dan alampun bersahabat
Lanjut ke #belerang. Namun cuaca sudah tidak bersahabat. Hujanpun turun dengan puasnya..
Selama di
dieng kami tak bisa lepas dari jas hujan yang menempel hangat melindungi badan
kami… tapi hal itu tak mengurangi ke-exis-an kami dalam berfoto… hehee…
Puas kami
di daerah Dieng, kami pun memutuskan untuk pulang..
Wisata kulinerpun siap kami laksanakan. MIE OKLOK.
Wisata kulinerpun siap kami laksanakan. MIE OKLOK.
Baying-bayang
kami tentang bentuk dari mie oklok sudah terbenak… pelayanpun datang menaruh
mangkuk yang ada.
Dengan
polosnya kami Tanya, “ini apa ya mas?” sontak pelayan menyahut, “ pesan mie
oklok kan?”. Muka manja kamipun tiba-tiba datang.. “OH IYAAA… MAKASIH MAS”.
HERAN.
Bentukan
mie yang di campur dengan bumbu pecel (makanan Khas Jawa) yang di padukan
dengan bumbu penyedap tanpa kuah membuat kita geli..
Tak sesuai
dengan bayang-bayang ilusi – kata mbak Anggun.
Namun,
guyuran hujan membuat kita lupa diri akan keanehan rasa Mie OKLOK. Lapar
membuat semuanya lupa,, hhehe…
Dan itu
cerita perjalanan 2 hari yang melelahkan dan menyenangkan.
Dannnn tak
terlupakan.
Thanks for
Allah SWT.












No comments:
Post a Comment